Rabu, 15 Juli 2015

Happiest day in life - WEDDING DAY -

27 Oktober 2013

Setelah semua angin, hujan, dan badai kami terpa, tibalah kami pada suatu hari yang paling bahagia. Ya, 27 Oktober 2013 dia telah mengucapkan ijab qabul serta ikrar untuk menjadi suami saya. Alhamdulillahirabbilalamiin. Tiada hentinya mengucap syukur pada akhirnya kami dipertemukan di pelaminan. Lupakan masalah-masalah dulu, mulailah  kehidupan baru. 🙌🙌🙌

Ada cerita lucu sih. Saat mengucap ijab qabul, suamiku berkali-kali salah. Mungkin sudah bisa dapat payung cantik, hehe. Sampai keadaan menjadi riuh karena tawa hadirin, padahal ini adalah acara sakral. Tapi tak apa, jadi ice breaking 😂.

Well, setelah nikah kami memutuskan untuk tinggal langsung pisah dari orangtua. Bukan bagaimana, kami ingin hidup mandiri, tak mau merepotkan siapapun, walaupun saya adalah anak bungsu.

Yaa menikah bukanlah akhir cerita cinta yang bahagia seperti di tv. Menikah merupakan suatu awal untuk kita membangun suatu rumah tangga bersama orang yang kita cintai. Ada saja sih cobaan datang tak henti-hentinya.

Yang paling menyedihkan adalah saat papa suami terkena serangan stroke. Disitu saya sebagai istri sangat dilema. Di sini saya diuji, masalah tidak pernah habis. Saya sampai berpikir apakah tuhan tidak meridhoi pernikahan kami. Astaghfirullah.

Hari demi hari kami lalui, ada senang, ada tawa, ada marah, ada sedih. Yah begitulah hidup. Sampai suatu saat kami dikaruniai rezeki, yaitu bayi di dalam perut. Alhamdulillah.

Lanjut ke cerita kehamilan 👼👼

Tidak ada komentar: