Sabtu, 22 Desember 2018

Hello Again

Hello life..
Apa kabar? terakhir saya ngepost di sini adalah tahun 2015, which is 3 tahun lalu. Saya agak lupa kalau saya punya media untuk mencurahkan isi hati. Menulis di diary udah ga percaya lagi sih, khawatir dibaca orang. Disinipun pasti dibaca orang juga, namun setidaknya bisa saya private sehingga yang bisa baca cuman saya sendiri, hahaha. Setidaknya, saat saya sudah tiada nanti, blog ini bisa menjadi catatan dan jejak apa yang saya rasakan selama di dunia. Nah selama ini saya cerita ke suami saya, si pendengar yang baik -iyalah mentang-mentang udah punya teman hidup yaa, jadi blog terlupakan- hihi. Yang paling bener sih sebenarnya ya curhat mah sama yang di atas aja, karena Dia adalah sebaik-baiknya penolong.

Hari ini saya mau menceritakan semua hal random belakangan ini. Saya memang sedang butuh teman cerita, tapi tentunya belum berani untuk sampai ke mencari psikiater. Jadi menurut saya sih blog jadi salah satu media alternatif untuk kita menumpahkan semua rasa yang ada.

Pertama, saya ingin bahas bahwa mental health adalah penting.
Kadang dengan sibuknya kita bekerja, kemudian kita lupa bahwa kita adalah individu yang juga butuh perawatan, butuh kesenangan, butuh waktu untuk bahagia. Masalah-masalah yang ada, dari berbagai sudut, dari berbagai lingkungan di sekitar kita kadang membuat kita tak lagi bisa berpikir jernih. Hati yang terluka, hati yang butuh kasih sayang, hati yang kecewa pun membuat kita terpuruk. Orang lain, orang tua, suami, orang terdekat pun tak akan bisa membaca apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan. Pada dasarnya kembali lagi, kita adalah individu yang harus selalu menjaga kesehatan rohani dan jasmani. Dulu sewaktu sekolah, saya berpikir bahwa kesehatan rohani adalah yaa yang berhubungan dengan agama. Ternyata tidak hanya itu, saat ini saya baru mengerti bahwa apapun yang terjadi di dunia ini berimplikasi terhadap jiwa kita, tergantung kita menghadapinya bagaimana. Saat ini jujur, saya cukup sulit menghadapi semua masalah yang saya terima, mulai dari masalah keluarga, pertemanan, juga masalah pekerjaan. Saya pun baru tersadar, bahwa saat dulu saya masih sekolah ternyata saya mengalami anxiety disorder. 

Mengapa saya menyimpulkan bahwa saya mengalami anxiety disorder? 

Saya pun baru mengetahuinya sekarang. Saat perasaan ini muncul kembali. Kecemasan-kecemasan, over thinking yang sering saya alami saat ini pasca masalah yang melanda saya saat ini. Dulu semasa sekolah, saya seringkali cemas dalam menghadapi apapun. Takut gagal, takut dicemooh, takut tidak punya teman, dan semua itu menyebabkan saya tidak percaya diri. Tapi seiring berjalannya waktu, saya mulai bisa sembuh dan lupa akan kecemasan tersebut. Hingga pada pertengahan tahun ini, saya mengalami suatu masalah yang betul-betul membuat saya kecewa. Anxiety Disorder pun muncul lagi. 

 Dan saya butuh pertolongan. Overthinking is ruin everything in my life.

Sudah menjadi karakter yang mendarah daging bahwa saya selalu cemas dalam segala hal, tapi tidak separah saat semasa saya sekolah dan saat ini.

Sekarang saya pun bingung dengan diri saya sendiri. Banyak tanggung jawab, tapi yang ada saya hanya ingin lari dari semuanya. Saya ingin melepaskan semua kecemasan yang saya rasakan. 
Is anyone could save me to solve this problem?

Dalam pekerjaan pun saya tidak puas. Saya ingin lari karena pekerjaan kantor menurut saya tak lagi masuk akal. Tidak memberikan kesempatan untuk saya meluangkan waktu untuk keluarga , even kalau lagi liburan saya masih juga diminta untuk kerja. Saya butuh waktu untuk diri saya sendiri, saya butuh waktu untuk anak saya, suami saya, keluarga saya. Saya muak dengan pekerjaan.

Apakah ini memang karena saya lelah? atau karena saya ingin menggapai cita-cita saya yang juga belum terkabul? atau karena saya tidak sehat - mentalnya -?

Karena saya pun tidak tahu, apakah jika resign akan menyelesaikan masalah kemudian saya bahagia?

I don't know. I need help.

Tidak ada komentar: